Sabtu, 23 Januari 2010

Anne Frank, Gadis Belia Di tengah Kecamuk Perang Dunia 2

Anne Frank seorang gadis Yahudi yang bercita-cita sebagai seorang penulis membuktikan kekuatan sebuah catatan harian.Catatan Anne yang ditulis antara tahun 1942-1945 membuat Anne Frank menjelma menjadi tokoh yang banyak dikenang dari masa berkecamuknya perang dunia—tentunya setelah Hitler.Sebuah catatan yang menjadi sebuah saksi bisu kekejaman Nazi terhadap kaum Yahudi.

Anne Frank lahir pada tanggal 12 Juni 1929 di Frankfurt , Jerman.Ia adalah putri bungsu dari Otto dan Edith Frank, Yang sebelumnya dikaruniai putri bernama Margot.Sebagaimana perkembangan kekuasaan Nazi, keluarga Yahudi ini harus pindah ke Amsterdam, Belanda.Anne mendapat sebuah buku harian di ulang tahunnya yang ke-13.

Ketika Nazi Jerman menduduki Belanda, Keluarga Frank, seperti keluarga Yahudi yang lain, menjadi korban dari kekuasaan Nazi yang kian hari kian mencekam.Mula-mula muncul peraturan yang melarang orang-orang Yahudi ikut serta dalam kontrak bisnis.Kemudian, buku-buku Yahudi dibakari, orang-orang Yahudi dilarang menggunakan fasiitas-fasilitas umum dan juga transportasi sekalipun itu milik pribadi.Belum cukup dengan itu, tak lama kemudian diterapkan apa yang disebut “Hukum Arya” yang mencegah perkawinan ras Arya dengan ras-ras diluar Arya.Orang-orang Yahudi juga dilarang memasuki taman, pantai, bioskop, dan perpustakaan serta larangan untuk sekolah diluar sekolah-sekolah Yahudi.Pada 1942 sebuah tanda bintang berwarna kuning harus mereka sematkan di pakaian mereka, bagi mereka orang-orang Yahudi.

Situasi ini membuat keluarga-keluarga Yahudi terkurung di rumah mereka dan sebagian besar mencoba menghilangka diri.Otto dan Edith Frank, beserta ke 2 anaknya , Margot dan Anne memutuskan untuk menghilangkan identitas mereka.Selama 2 tahun mereka hidup di persembunyian bersama kaluarga Van Pels menghindari kejaran Nazi sebelum ditemukan oleh Gestapo(Dinas Rahasia Jerman) .

Catatan Anne yang mewakili seluruh perasaan masa remajanya ditengah ketakutan dan kajaran Nazi.Sikapnya yang kritis , mudah marah ,bosan serta berbagai perasaan yang membuatnya tumbuh lebih dewasa daripada gadis belia pada umumnya.

Dicatatanya Anne menceritakan bagaimana kisah hidupnya antara Ketakutan, keresahan, amarah, dan gairah hidup Anne yang meledak-ledak juga ketertarikan Anne terhadap seks.Semangat Anne untuk terus melanjutkan kehidupanya secara normal menggambarkan bagaimana seharusnya kita mensyukuri makna kehidupan ini.Sebagaimana Anne dan orang-orang di Secret Annex( nama lain untuk persembunyian mereka) harus berjuang menahan lapar, memakan makan busuk dan harus pintar-pintar menyiasati kehidupan yang serba tak layak.

Catatan harian terakhir Anne bertanggal 1 Agustus 1944.Pada tanggal 4 Agustus mereka ditangkap oleh Gestapo dan kemudian dikirim ke Kamp Konsenrasi.Ibu Anne tewas di Auschwitz, Anne dan kakaknya tewas di Bergen-Belsen karena tifus.Hanya ayahnya, Otto yang selamat dan menerbitkan catatan harian putrinya.Sebagai seorang Ayah dan sahabat Anne, Otto sadar betul apa yang di cita-citakan Anne, maka ia menerbitkan diari putrinya .Dalam kehidupannya Anne menceritakan konflik-konflik social dan batin yang dialaminya.Mulai dari percekcokan keluarga Anne dengan keluarga Van Pels dan masalah Anne dengan Ibunya.Anne menganggap Ibunya membeda-bedakannya dan Margot.Magot selalu mendapatkan dukungan penuh dari sang Ibu, sedangkan Anne, apapun yang dilakukannya hampir selalu salah di mata Ibunya.Diari Anne memang menarik, Anne tidak hanya menulis untuk dirinya, tapi juga untuk dunia.Mungkin, Anne sadar betul bahwa ini lah saatnya ia berbagi lembaran diarinya kepada dunia.Dalam catatannya Anne menuliskan

“Aku ingin bermanfaat atau memberikan kesenangan bagi orang-orang di sekitarku yang mungkin belum mengenalku.Aku ingin hidup bahkan setelah kematianku”.

Para pembaca buku hariannya yang senang mengutipbaris-baris manis Anne , dalam catatan itu:

“Aku masih percaya, diatas segalanya, bahwa manusia benar-benar baik dalam hatinya.”

“Aku tidak bisa dengan mudah membangun harapan-harapan dengan dasar kebingungan, penderitaan, dan kematian.Aku melihat dunia perlahan-lahan berubah menjadi suatu tempat yang liar.Aku mendengan suara guruh yang sebelumnya tak pernah kudengar, yang akan menghancurkan kita juga, aku bisa mendengar penderitaan berjuta-juta orang , dan lalu, jika aku memandang kesurga ku pikir semuannya akan membaik, kekejaman itu akan berakhir, kedamaian dan kesentosaan itu akan kembali…..”.

“Aku harus memelihara harapan-harapanku, barangkali akan tiba waktuku untuk mewujudkannya”.

Selamat jalan Anne, kau tetap “hidup” sepanjang masa.Impian mu telah terwujud.Kau memang penulis yang hebat.

-Aufwiederhoren-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar